Selamat datang di blog LPM SWASTI.

“LPM SWASTI” atau Lembaga Pers Mahasiswa Swara Universitas Stikubank yang berdiri sejak 1 Suro 1412 H merupakan wadah pembelajaran dunia jurnalistik ( Pers Mahasiswa ) yang kritis, bebas, dewasa dan bertanggungjawab yang berisi kaum intelektual muda UNISBANK ( mahasiswa ). Hal inilah yang secara naluri membentuk citra “SWASTI” sebagai Media Introspeksi, Koreksi dan Proyeksi Mahasiswa.

“BILA MULUTMU DIBUNGKAM, GUNAKAN PENAMU UNTUK BERBICARA !!!!”


Jumat, 03 April 2009

Cerita dari India

Sebuah keluarga mapan dengan dua orang anak hidup di India, Laksmi perempuan berusia 8 tahun dan anak kedua lelaki persis di bawah Laksmi. Pada hari minggu pagi, Laksmi menangis berat dengan air mata menganak suangi, dengan sangat berat hati sambil menangis tersedu-sedu membolak balik sendok di piring yang berisi Yogurt dicampur nasi. Sang ayah, Rahul, dari meja tempat kerjanya sambil memijit-mijit tuts-tuts komputernya, berusaha membujuk Laksmi agar segera menghabiskan Nasi Yogurt – nya. Di India Yogurt campur nasi adalah sarapan pagi yang lazim, karena rasanya asam lidah anak-anak kadang kelu dibuatnya.

Sang Ibu yang sedang memandikan anak bungsunya, turut serta menbujuk rayu Laksmi agar segera menghabiskan sarapanya. Tetapi Laksmi tetap saja menangis sambil membanting-banting sendok ke piring yang masih penuh berisi yogurt dengan nasi. Dengan terpaksa dia berusaha menelan sarapan yang tidak disukainya.

Tetapi tiba-tba Laksmi angkat bicara,; “Saya akan makan sarapan ini sampai habis’’, asalkan papa mami berjanji satu hal pada ku”. Sang ayah melirik istrinya sambil mengerdipkan mata dan menganggukkan kepala kepada suaminya tanda mereka setuju. Tetapi sang ayah berkata, “tapi jangan minta yang bukan-bukan ya!”, “juga jangan minta yang mahal-mahal”. Pikir sang ayah, paling-paling anak ini minta dibelikan mainan baru, atau baju baru, atau sepatu baru. Laksmi menjawab, “ya papi!”. Dengan berat hati laksmi memakan semua Yogurt bercampur nasi yang ada di hadapannya.

Setelah selesai makan Yogurt dan menghapus sisa air mata yang hampir mengering di pipinya, Laksmi menagih janji kedua orang tuanya. Iapun berujar: “Pa aku ingin kepalaku dibotaki”, sang ayah terperanjat setengah tidak percaya dengan permintaan putrinya, tidak menyangka permintaan Laksmi membotaki kepalanya yang ditumbuhi rambut sebahu, yang indah itu. Sang ayahpun bingung dan berusaha mengelak dengan menawarkan Ps baru, pikirnya biarpun mahal asalkan kecantikan putrinya tidak berkurang, bagaimana jadinya kalau putrinya yang imut itu dibotaki kepalanya.

Begitu melihat orang tuanya akan mengelak, Laksmi pun mulai menangis. Sang ayah berpikir, kalau saya tidak menepati janji, berarti saya telah mengajar anak ini menjadi pendusta kelak, pada hal setiap hari saya selalu mengajarkan kepada anak ini untuk menepati janji, tidak berbohong.

Dengan berat hati sang Ayah dan Ibu sepakat menggunduli kepala Laksmi sampai licin. Esok harinya karena kuatir anaknya akan ditertawai teman-teman sekelasnya sang ayah membelikan topi dan bersama Istrinya mengantarkan sang anak ke sekolah. Begitu sampai digerbang pintu sekolah Rahul melihat seorang anak keluar dari mobil, dengan kepala Botak licin bersih persis seperti kepala baru Laksmi. Sang ayah terkejut melihat anak itu, pikirnya cuma Laksmi yang berkepala botak. Diapun lega melihat bahwa bukan hanya putrinya yang berkepala botak, diapun berguman dalam hati, “mungkin ini kebijakan dari sekolah”. Laksmi turun dari mobil dan berlari menghampiri Vijai, bocah lelaki yang baru saja turun dari mobil ayahnya yang berkepala botak itu, sambil bergandengan tangan berlari menuju kelas.

Ayah Vijai menghapiri Rahul, dan berkata, “ Putri anda sungguh berhati mulia tuan’ anda sungguh keluarga yang diberkati Tuhan”. “Anak saya, Vijai sejak kecil kena kanker leukimia dan harus menjalani terapi setiap hari, hingga rambutnya rontok, kemarin dia datang kerumah dan berjanji kepada Vijai bahwa ia akan membotaki rambutnya, karena Vijai tidak mau masuk sekolah lagi karena diejek teman-temanya.”
Di dalam mobil menuju pulang kerumah, sang ayah dan Ibu menangis, air matanya tumpah, tidak menyangka anaknya yang masih kecil itu berkorban sedemikian besar dengan menangis sambil memakan yogurt dengan susah payah. Apakah Tuhan yang sudah ku korbankan padanya?. Sambil menangis ia mengucapap syukur pada Tuhan.

sumber : milis motivasi inspirasipagi.imeldafm

Afif

Kamis, 02 April 2009

Perbedaan Persepsi

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.

“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.

“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”

“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda.
Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.

‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’

dari milis motivasi inspirasipagi.imeldafm

Afif

Safari 4 Paling Cepat, Internet Explorer Terburuk

Upaya Apple memasang Nitro Engine untuk menggenjot kecepatan Safari 4 tidak sia-sia. Browser Apple terbaru yang masih dalam versi beta ini terbukti jauh lebih cepat dibandingkan para pesaingnya.

Nitro Engine adalah mesin JavaScript super cepat yang digunakan untuk melipatgandakan kemampuan JavaScript pada browser Safari sampai 30 kali lipat lebih cepat. Kecepatannya melesat dibandingkan Internet Explorer dan tiga kali lebih cepat dibandingkan browser Mozilla, Firefox 3.

Tidak hanya itu, Apple juga meningkatkan performa HTML (HyperText Markup Language) di browser ini sehingga kemampuan membuka halamannya tiga kali lebih cepat dibanding Internet Explorer 7 maupun Firefox.

Apakah ini sungguh-sungguh atau Apple hanya melebih-lebihkan? Tidak juga. Pengujian terhadap Safari 4 Beta menggunakan SunSpider menghabiskan waktu 657 milidetik. Sementara terhadap Safari 3 membutuhkan waktu lebih lama, 2.970 milidetik.

Firefox 3 membutuhkan waktu yang lebih lama lagi yaitu 2.399 milidetik, menandakan kecepatan browser ini kalah jauh dibanding browser yang membutuhkan waktu lebih sedikit.

Bahkan Firefox 3.1 versi Beta terbaru (Firefox 3.1) yang juga mengembangkan mesin JavaScript yang ditingkatkan kecepatannya dan dikatakan jauh lebih cepat dari Firefox sebelumnya hanya mencapai angka 1034 milidetik dalam pengujian.

Sementara dalam pengujian ini Internet Explorer menunjukkan performa paling buruk. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengujian 19.902 milidetik. Tetapi Internet Wxplorer 8 jauh lebih baik dengan angka 4137 milidetik.

Satu-satunya yang mampu mengejar Safari 4 Beta adalah Chrome 1.0. Browser yang dikembangkan ini, meski masih lebih lambat dari Safari 4 tetapi menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh jaraknya, 853 milidetik.

Semua pengujian tersebut dijalankan di komputer iMac dengan sistem operasi Windows Vista. Pengujian yang dijalankan di iMac dengan Mac OS X Leopard menunjukkan Safari 4 Beta memperoleh angka 639 milidetik dan Firefox 3.0 memperoleh angka 2535 milidetik.

Dengan performa semacam itu tak heran Apple agak melambung. "Safari selalu bicara tentang performa, fitur inovatif dan standar web. Safari 4 adalah langkah besar dalam mendorong inovasi browser," ujar direktur senior software sistem, global produk marketing Apple, Brian Croll.

Sumber : tempo

MOTO

SATU UNTUK SEMUA
SEMUA UNTUK SATU

Senin, 30 Maret 2009

Penampakan Lawang Sewu

Minggu, 29 Maret 2009

Secangkir Kopi Sejuta Cerita di Lawang Sewu

woooow....
Akhirnya kesampaian juga ne main ke lawang sewu Semarang yang dah terkenal angker itu....
Gedung yang semula terkenal angker tersebut ternyata rame dikunjungi anak - anak muda yang haus wisata mistis ( kok pada pasang - pasangan ya, biar romantis kali ya kl ceweknya takut trs meluk - meluk hahaha ).
Dari catatan sejarah, Lawang Sewu dibangun oleh arsitek Belanda Profesor Klinkkaner & Quendaag pada tahun 1903 dan diresmikan pengunaannya pada 1 Juli 1907. Tahun 1920 Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), sebuah maskapai atau perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1864 memakai gedung itu sebagai kantor pusat dan dalam perkembangannya sempat dipakai PT Kereta Api dan pernah pula dipakai sebagai kantor Dinas Perhubungan serta kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro).

Malam itu 4 pria kesatria SWASTI maju perang menuju lawang sewu bwt hunting berita horor ( ahaha lebay ). Kita sampai medan pertempuran sekitar pukul 21.45 WIB. Berangkat dari perasaan penasaran dan profesionalisme jurnalistik ( gaya doank :p ) kami memberanikan diri memasuki gedung yg dipercaya menyimpan pesona mistis tersebut.

Kejutan pertama aku alami, sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan atau bayangkan sekalipun. Ternyata di sekitar halaman lawang sewu terdapat rumah warga dan ia adalah teman salah satu rekan kita di SWASTI. Dia bernama yoppy yang kemudian bertindak sebagai pemandu, keluarganya sudah tinggal di area tersebut sejak lama. Rumahnya keren sekaligus horor, pikirku...

Perjalanan dimulai, koridor - koridor kami lalui berlima. Suasana tidak terlalu mencekam karena saat itu cukup banyak anak - anak muda yang berkeliling ditemani pemandu. Biaya masuk ke lawang sewu Rp 5000 dan kalau ingin masuk ke ruang bawah tanah biaya tambah Rp 6000 + sepatu karet, tarif tersebut sudah termasuk pemandu. Yah, tapi karena kita masuk sama si kuncen ( hehe ) jd ya gretongan alias gratis....





Lawang Sewu Tahun 1972



Suasana mulai terasa aneh saat kita menuju ke lantai atas, semakin gelap dan sepi...
Yoppy menunjukkan satu persatu tempat - tempat yang dikatakan angker, tempat - tempat yang di gunakan untuk uji nyali salah satu acara televisi yang sempat menghebohkan.
Dia menceritakan disuatu malam yang gerimis pernah terdengar suara rintihan tangis seorang wanita dari arah kamar mandi. Ia mengajak kami memasuki kamar mandi tersebut. Oh tidak!!! Pikirku sedikit ketakutan, sampai didepan pintu kamar mandi ternyata dikunci ( ahaha beruntung deh :P )

Perjalanan kita lanjutkan ke ruang bawah tanah, tempat yang sempit dan pengap, lorong - lorongnya rata - rata hanya setinggi sekitar 180 cm dan lebar 2 meter, lantai digenangi air setinggi mata kaki membuat gemercik langkah pengunjung lain di kejauhan terdengar dan menambah kesan mencekam...

Terlihat bak - bak yang etah pada jamannya di gunakan sebagai apa. Di salah satu bagian lorong diceritakan bahwa para tahanan semasa penjajahan di tahan dalam ruang yang sangat sempit dan dibiarkan sampai mati, mengerikan membayangkan menjadi pribumi masa itu...
Banyak lorong - lorong yang terlihat baru di tutup, entah menuju kemana lorong - lorong tersebut berakhir tp terdengar cerita bahwa lorong - lorong tersebut menuju ke beberapa lokasi yang sekarang digunakan sebagai SMA 1, SMP 40, RS Karyadi, dan beberapa tempat lainnya.

Setelah selesai mengelilingi ruang bawah tanah kami menuju ke bagian balkon gedung tersebut yang menghadap ke tugu muda, pemandangan malam itu benar - benar mengubah pandangan kami selama ini. Gedung yang terlihat menyeramkan ternyata menyimpan banyak keindahan yang seharusnya dapat kita nikmati bersama.

Malam itu kami menikmati secangkir kopi di halaman Lawang Sewu, terasa nostalgia abad pertengahan di Semarang, berbincang dan menyaksikan eksotika sisa - sisa peninggalan sejarah di Semarang. Sudah saatnya Anda memasukkan Lawang Sewu kedalam agenda wisata budaya di Semarang.
Ayo ramai - ramai berkunjung ke Lawang Sewu!!!!!

Sabtu, 28 Maret 2009

Semakin Berwarna

Periode 2009 sudah dimulai, mulai terlihat ne bibit - bibit baru yang akan menyokong SWASTI kelak. Pertama pusing juga kalau pers kampus ini mati sampai masa jabatanQ. Gmn g bingung?? Banyak pers kampus di luaran sana yg mulai gulung tikar. Minat para mahasiswa mulia berkurang. Dari angkatanQ aja yg tersisa cuma 4 orang.... Yah, mungkin memang hanya segelintir orang saja yang menyukai dunia jurnalis.... Apalagi jurnalis kampus gini, nggak ada tunjangannya malah kita kesana - kesini swadaya, maklum dana yang diberikan lembaga terlalu kecil buntutnya kita pake uang pribadi. Tapi semua setimpal dengan pengalaman dan kesenangan kita semua......

Kemarin waktu rapat redaksi ada sesuatu yang menarik. Waktu kita lg bahas mengenai keangkeran kampus eh salah satu crew yang bernama Alfonsa ngasi tau kalau ada lantai 13 di kampus ini... Gila!!!! Bukannya cuma ada sampai lantai 9 tu?? Di lift cm ada sampai angka 9, 13 ma g ada....
Setelah saling debat akhirnya kita semua mutusin buat menuju lantai 13, udah magrib tuh.. malai gelap apalagi kampus kami terkenal horror...
Si Alfonsa yang bertindak sebagai pemandu malah pergi, katanya mau ngajak temennya. Salah satu crew SWASTI juga sih tp dia ada acara di masjid kampus...
Sisa rombongan naik ke lantai 9 sebagai transit tertinggi sebelum ke lantai 13..
Alfonsa menyusul dan ternyata tmnnya tu g bisa ikut soalnya blm kelar tu acara.
Disudut ruangan lantai 9 ternyata memang ada tangga buat naik keatas, gila g nyadar aq kalau ada tu tempat.. Satu persatu anak tangga kita lewati, lantai 10 ternyata ruang mesin lift, lantai 11 - 12 g tau tu tempat apa, cm ruang bersekat kaca... Aku iseng buat ngitung jumlah tmn" yang ikut, takutnya ada yg ketinggalan 1 gt. hehehe
Hwaaaaaaaaaaaah!!!!
Kaget aku, ternyata kita berjumlah 13 orang!
Tambah horror aja ne jalan - jalan magribnya..
DoooooooR!!!!! Sampai deh ke lantai 13....
Gelap, berantakan..... Ada satu pintu di sudut ruang itu.. Kami melihat sekeliling, ada salah satu bagian kaca jendela yang pecah. Terlihat langit malam dari kaca itu.
Kami memutuskan keluar ke balkon lewat kaca yang pecah tersebut..
Waaaaaaaaaaaaaaaaah terlihat suasana malam daerah sampangan...
Eh kita yang tadinya takut malah jd seneng.
Foto - foto disana.. Ada temenku yang sok misterius, motret - motret sambil rekam suasana. Mo cari penampakan katanya, hahaha ada beneran baru tau rasa
:P

Setelah puas diatas bangunan yang ternyata merupakan atap / loteng tersebut akhirnya kita turun.
Perjalanan hari itu cukup, semua crew kembali keperaduaannya....
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya...
Lawang Sewu menanti.....
SEMANGAT teman - teman......

SWASTI edisi XVI


Alhamdulillah perjalanan panjang dari penentuan tema, hunting berita, rapat - rapat, sampai proses pembagian majalah SWASTI edisi XVI sudah terlalui. Rabu, 25 Maret 2009 kita launching di 2 kampus UNISBANK di mulai dari kampus Kendeng lalu ke kampus Mugas. Sempat molor dari deadline yang sudah direncanakan. Banyak faktor yang menjadi penyebab, mulai dari dana, kalender akademik yang bentur, sampai masalah semangat yang mulai meredup. Haha, namanya juga pers kampus, kerja nggak di bayar, telat launching jg di tanya sana sini..... Tapi kami telah melaluinya.
Semangat buat anak - anak SWASTI !!!!!
Formasi baru
Semangat baru!!!!!
Program kerja berikutnya Bulletin
Mengangkat tema "Free Sex"
SUKSES !!!!!!!!!!!

Kamis, 05 Februari 2009

PERSPEKTIF MAHASISWA, REALITAS PASCA MERGER

Merger adalah a combination of two or more corporations, where the dominant unit absorbs the passive unit, the former continuing operations, usually under the same name (Encyclopedia of Banking and Finance).*

Dalam pengertian yang diberikan pada rumusan di atas jelas bagi kita merger merupakan suatu bentuk penggabungan dua badan usaha, dimana badan usaha yang menggabungkan diri bubar demi hukum, masuk ke dalam badan usaha lainnya yang tetap ada dengan nama yang sama. Walaupun demikian seluruh asset, hak dan kewajiban dari badan hukum yang bubar tersebut tidaklah menjadi hilang sama sekali, melainkan diabsorp atau dengan kata lain diambilalih oleh perusahaan yang masih tetap ada tersebut.

Merger ternyata juga merambah ke dunia pendidikan tinggi. Dalam kasus sinergi bagi kedua organisasi ini, diharapkan interaksi yang terjadi bisa menjadikan sebuah perusahan ataupun organisasi saling menguntungkan.

Sinergi merupakan kata sakti yang menjadi alasan perusahaan-perusahaan untuk melakukan merger. Dengan melakukan sinergi, mereka berharap bisa memperoleh banyak manfaat. Ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari penghematan biaya, perluasan pasar, penguasaan teknologi, akses dana yang lebih besar, dan masih banyak lagi. Namun, tak selamanya proses merger itu sukses menciptakan sinergi.

Dalam realitas sekarang merger UNISBANK dan STIE STIKUBANK dihadapkan pada masalah yang serius yaitu menciptakan sinergi sehingga tujuan utama dari merger terwujud. Disini peran semua civitas akademik di lembaga ini sangat dibutuhkan, baik dari pucuk pimpinan, dosen, mahasiswa hingga karyawan.

Sudah satu tahun lebih keputusan merger disepakati dan dilaksanakan, tetapi kenyataan dilapangan masih banyak benturan – benturan budaya yang belum bisa teradaptasi dengan baik. Baik dari mahasiwa, dosen, maupun karyawan. Bahkan banyak pendapat dari mahasiswa yang bernada sinis, “sebenarnya niat merger atau tidak!, kok tidak nampak jelas kemana arahnya!”. Opini-opini mahasiswa ini jika terus mengalir tanpa ada arah kemana menuju, maka akan menjadikan “ tsunami” yang bisa meluluhlantakkan sendi-sendi kepercayaan yang hendak terangkai saat ini.

Survey yang kami lakukan secara sederhana dengan menyebar angket kepada mahasiswa UNISBANK dengan metode pangambilan sample acak (random samping) dengan memberikan 100 angket kepada mahasiswa. Dimana pebagian angket dibagi kepada mahasiswa yang ada di kampus kendeng dan mahasiswa dikampus mugas. untuk mengetahui bagaimanakah perspektif mereka terhadap kinerja dan pelayanan yang mereka terima selama pasca merger. Bagian-bagian yang menjadi sorotan adalah, penilaian secara umum bagian keuangan, kemahasiswaan, pengajaran, sistem perkuliahan secara umum, dan akses fasilitas yang mereka terima.

Dilihat dari perspektif mahasiswa ternyata sangat mencengangkan. Penilaian dari mahasiswa ini menunjukkan interpretasi bahwa dihampir pos-pos penilaian terdapat nilai D (tidak baik). Kedekatan Rektorat kepada mahasiswa menempati urutan tertinggi dengan 36 responden merasa jauh. Hal ini sengaja dilakukan survey karena apakah mahasiswa merasa dekat dan familiar terhadap Pihak rektorat itu sendiri yang notabene sebagai pemimpin dan pemegang kekuasaan di UNISBANK. Dan yang lebih ironi tidak ada mahasiswa yang merasa dekat dan familiar terhadap rektorat.

Selanjutnya nilai D kedua terdapat pada akses fasilitas bagi mahasiswa secara umum dengan 23 responden, meskipun sebanyak 49 responden merasa fasilitas yang mereka terima sudah baik. Dengan melihat secara keseluruhan diagram diatas suara terbanyak responden ada pada nilai C (biasa saja). Inilah yang sengaja kami berikan dengan memberikan nilai biasa saja, ini memiliki interpretasi yang lebih jeli, karena biasa saja diartikan mahasiswa yang ‘cuek’ atau diartikan sebagai ‘ketidak percayaan’ lagi pada materi yang diajukan. Hal inilah dibutuhkan sebuah kearifan untuk menilai, yaitu hendaknya bisa diambil segi paling ‘ekstrim’ yaitu mahasiswa sudah tidak lagi percaya dengan semua hal yang berkaitan dengan materi ini. Dan jika dilihat dengan sudut pandang nilai positifnya, diartikan bahwa mahasiswa sudah tidak merasa berkepentingan lagi atau merasa tidak peduli dengan perkembangan dinamika kampus. Ya,dari sudut mana kita menilai yang jelas kita harus perbaiki kekurangan dan kelemahan ini.

Dari uraian diatas dapat diambil sebuah benang merah bahwa tujuan utama dari merger yaitu agar tercipta sinergi yang positif ternyata belum terpenuhi dengan baik. Ternyata masih banyak mahasiswa yang mengeluhkan dan merasa tidak diuntungkan dengan keputusan merger itu. Harusnya dengan keputusan merger maka sinergi bisa tercipta, sehingga peningkatan pelayanan dan kesejahteraan bagi mahasiswa dapat terwujud. Untuk itu harus lebih ditindaklanjuti, bagaimanapun suara mahasiswa juga berpengaruh positif terhadap perkembangan dan kemajuan kampus secara keseluruhan.

Rabu, 04 Februari 2009

UNJUK KREATIFITAS MELALUI PROGRAM PENALARAN MAHASISWA

Kreatifitas merupakan sebuah kunci untuk meraih sebuah keberhasilan dan kesuksesan suatu tujuan hidup, karena dengan bersifat kreatif hidup menjadi unik dan memiliki kontribusi nyata bagi kualitas hidup. Untuk itu sangat perlu bagi mahasiswa untuk unjuk kreatifitas melalui berbagai bidang yang disenanginya. Unjuk kreatifitas bagi mahasiswa bisa melalui berbagai bidang, mulai dari hoby, yang disalurkan melalui LK/UKM, kegiatan olah raga, kesenian dan kegiatan lain diluar kampus yang pada intinya dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan (skill) sebagai persiapan masa depan mahasiswa. Dengan kegiatan yang positif ini seorang individu akan lebih siap dan matang dalam menghadapi arus persaingan yang semakin kompetitif saat ini. Maka sangat tepat jika mahasiswa bukan hanya sibuk dengan kuliah secara akademik melulu melainkan juga terjun sebagai aktifis ataupun kegiatan yang mengasah dan menyalurkan kreatifitasnya di dunia kampus.

Dari banyaknya bidang untuk penyaluran kreatifitas bagi mahasiswa bahwasanya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) juga memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide kreatif dan inovatifnya melalui program penalaran. Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi (Dikti) telah meluncurkan program pengembangan penalaran dan keilmuan untuk merangsang pertumbuhan mahasiswa dalam persiapan menjadi sarjana yang mandiri, profesional, dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Beberapa program itu antara lain adalah LKPI (Lomba Karya Tulis Produktif) dan LKTI (Lomba Karya Tulis ilmiah). Yang terikat erat dengan bidang studi mahasiswa, serta KAM (Karya Alternatif Mahasiswa) yang memberikan peluang dalam bidang kewirausahaan. Sejak tahun 2001, Dikti telah melalui sebuah program baru dalam bentuk program rintisan, yaitu Program Kreatif Mahasiswa (PKM). PKM diselenggarakan sebagai wahana untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreatifitas, sikap ilmiah, sikap professional, sikap peduli serta peka pada masyarakat dan lingkungan dari mahasiswa.

  1. Program Kreativitas Mahasiswa

Program Kreativitas mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di bidang pengembangan penalaran dan keilmuan yang diharapkan dapat menjadi wahana pembentukan jiwa kreatif para mahasiswa dengan tetap mengacu pada etika akademik. Program ini dirintis sejak tahun 2001.

PKM dikembangan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pecerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang baik. Dalam rangka memepersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahaan, mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplentasikan kemampuan, keahlian, sikap bertaggung jawab, membangun kerjasama tim maupaun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

PKM meliputi lima kegiatan, yaitu PKM Peneitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM Kewirausahaan (PKMK), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM), dan PKM Penulisan Ilmiah (PKMI). Empat jenis PKM yang merupakan kegiatan fisik yang diusulkan untuk dibiayai (PKMP, PKMK, PKMT, PKMM) dan satu jenis yang merupakan program kegiatan penulisan ilmiah dalam bentuk pengajuan artikel hasil karya mahasiswa yang diusulkan untuk mendapatkan hadian atau insentif (PKMI). Program ini ditujukan untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kriteria mengenai kegiatan ini, seperti materi kegiatan, strata pendidikan , jumlah anggota, dose pendamping, alokasi biaya, laporan akhir, dan luaran dari semua kegiatan dalam PKM disajikan pada.


Kriteria Program Kretivitas Mahasiswa (PKM)



  1. Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM)

Program ini sudah cukup lama diselenggarakan, namun belum banyak kalangan mahasiswa yang mengetahuinya. Terutama kalangan mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta. Prorgram ini dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat universitas kopertis (hanya untuk PTS), wilayah (ada 4 wilayah) hingga nasional. Di tingkat nasional, mahasiswa yang masuk dalam kategori finalis berhak mengikuti acara kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI di lingkungan istana negara. Dari setiap wilayah diambil 2 tim terbaik dari masing-masing bidang yang dilombakan. Segala fasilitas transportasi, akomodasi dan uang saku akan ditanggung oleh panitia penyelenggara dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Tetapi, mulai tahun 2006 acara itu tidak diselenggarakan tersendiri, digabungkan dengan Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) yang rutin juga dilakukan setiap tahunya.

Karya tulis merupakan tulisan yang berisi ide kreatif yang disusun secara komprehensif berdasarkan data akurat (terpercaya), dianalisis secara runtut, tajam dan diakhiri dengan kesimpulan yang relevan. Karya tulis mahasiswa yang dimaksud bukan merupakan laporan hasil penelitian eksperimental, yaitu penelitian yang memeberikan perlakuan pada obyek yang diminati. Adapun bidang yang dilombakan dalam LKMT meliputi 3 bidang yaitu:

1) Bidang ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

2) Bidang ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

3) Bidang Penedidikan

Bidang lomba dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh ilmu yang ditekuninya.

Jika melihat perkembangan dan iklim di kampus tercinta kita, sesungguhnya bidang kemahasiswaan telah berperan aktif dalam mendongkrak dan memotivasi mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam ajang kreatifitas ini, apalagi jika diperhatikan rewards yang akan didapatkan mahasiswa cukup besar bagi kantong mahasiswa. Tetapi, kenyataan dilapangan keikutsertaan mahasiswa dalam bidang penalaran ini masih setengah-setengah bahkan hanya karena ditunjuk dan sedikit dipaksa. Sungguh suatu ironi. Jika mahasiswa bisa lebih mengakses dan mengetahui secara lebih mendetail perihal penalaran, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan secara financial tetapi juga pengembangan soft skill yang semakin terasah. Untuk itu buat apa lagi menunggu, segera jemput bola, cari informasi sedetailnya tentang program penalaran. Browsing di internet tentang PKM, KKTM,PKMI, atau tanyakan dibidang kemahasiswaan.

Sebagai ilustrasi saja dan pendorong semangat. Bahwasanya teman-teman kita sudah ada yang bisa ikut dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) di UNISSULA yaitu teman kita Puji dkk, dan juga ada yang meraih hadiah bidang Program Kreatifitas Mahasiswa Ilmiah yaitu Asnawi. Tidak mengherankan kiranya jika sekarang kita lebih meningkatkan menyusul mereka bahkan tembus sebagai Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES). Selamat berjuang!



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More